Penerima Beasiswa Erasmus Mundus 2013

Coba tebak saya yang mana?

Sabtu, 6 Juli 2013 lalu saya menghadiri acara pre-departure briefing Erasmus Mundus 2013 di Crown Plaza Hotel, Jakarta. Acaranya lumayan seru, walau saya tidak dapat mengikuti keseluruhan acara sampai selesai karena saya terlanjur pesan travel untuk jam 8 malam, padahal acaranya molor. Berat juga sih kalau harus memundurkan waktu untuk pulang ke Bandung karena dari Jakarta jam 8 aja saya nyampe Bandung hampir tengah malam. Jadi lah saya pulang duluan sekitar jam 7 malam walau acara masih belum purna.

Secara umum, acaranya seru dan tempatnya oke banget. Dapat banyak kenalan teman-teman baru juga. Lalu yang jadi kejutan adalah saya ketemu sama Mas Iwan Adhicandra. Bagi yang ikutan milis beasiswa di yahoogroup, pasti tahu siapa Mas Iwan ini. Setelah sebelumnya berfikir bahwa Mas Iwan berumur sekitar 40 atau 50-an tahun (gara-gara informasi beasiswa yang dikasih seringkali untuk Ph.D atau postdoc), ternyata, Mas Iwan ini masih muda. Kecele saya. Hehehehe.....

Satu hal lagi yang jadi kejutan adalah saya menemukan banyak anak-anak UGM di acara kemarin. Banyak banget. Bahkan ada teman anak ITB yang sampai bilang,”Kalian itu bedol desa, ya?”. Hal itu saya sadari beberapa detik pertama setelah saya duduk. Orang-orang yang ada duduk sederet dengan saya anak-anak UGM semua. Lha kok bisa? Keren banget! Namun seiring berjalannya waktu, saya mulai sadar, ”Ya, iya lah kebanyakan anak UGM. Lha wong university partner-nya kan emang UGM.”.

Di sepanjang perjalanan pulang bahkan sampai hari ini, saya masih penasaran perihal kuota mahasiswa yang menerima beasiswa Erasmus Mundus tahun ini. Berapa jumlah penerima beasisiwa ini untuk tiap universitas? Berhubung saya suka bikin diagram atau grafik dan juga sedang nganggur, maka saya bikin lah diagram penerima beasiswa ini untuk tahun 2013.

Action 1
Action 1  mencakup baik untuk tingkat master maupun doktor. Para penerima beasiswa akan studi minimal di tiga universitas di negara yang berbeda di Uni Eropa. Biasanya program-progrem untuk beasiswa ini bermacam-macam tergantung pada konsorsiumnya, misalnya NOHA, ADVANCES, CoDe, dan lainnya. Info lebih lanjut ada di sini. Untuk tahun 2013 ini, penerima beasiswa Erasmus Mundus Action 1 berjumlah 32 orang yang terdiri dari 1 orang untuk level doctorate degree dan 31 orang untuk level masters degree. Persentase penerima beasiswa dari Indonesia pada tahun 2013 untuk Indonesia tanpa membedakan degree adalah :

Diagram lingkaran persentase penerima beasiswa EM Action 1 dari Indonesia

Action 2
Action 2 ini adalah beasiswa yang skemanya dengan ada university partner di negara ketiga. Mahasiswa dan staf dari partner university (target group I) akan bersaing dengan mahasiswa dari partner university di negara lain untuk memperebutkan kuota beasiswa yang tersedia, yang biasanya jumlahnya lebih besar. Sedangkan universitas yang bukan partner, akan masuk dalam kelompok target group II dan bersaing dengan pendaftar lainnya dari semua negara, kecuali dari universitas partner. Maka,biar adil, saya sengaja membedakan untuk penerima dari universitas partner dan bukan. Perbandingan pun saya buat lagi di level Indonesia, namun dunia, atau semua negara yang tercakup sebagai penerima beasiswa ini. Action 2 ini memiliki beberapa program, yaitu :
1.       AREAS
AREAS (Academic Relation between Europe and ASia) ini ditujukan untuk negara – negara Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Mongolia, Sri Lanka, Thailand, Filipina, dan Vietnam. Info lebih lanjut ada di sini. Untuk Indonesia, universitas partner-nya ialah UGM. Untuk tahun 2013 ini, penerima beasiswa berjumlah 6 orang dengan perincian 5 orang dari UGM dan 1 orang dari Universitas Hasanudin.

2.       TECHNO
Techno ini merupakan program kerja sama antara universitas di Eropa dengan Universitas di Asia Tenggara di bidang teknik. Universitas partner untuk program ini ialah UI. Program ini masih dibuka sampai dengan 25 Agustus 2013. Masih ada 32 kouta yang tersisa untuk level undergraduate, masters, Ph.D, Postdoc, dan staf. Cek info di sini. Dalam web mereka tidak disebutkan berapa jumlah kuota penerima untuk target group I dan II. Sampai dengan kemarin, untuk tahun 2013, penerima beasiswa ini hanya lah 1 orang dari UI.

3.       LOTUS III
Lotus III merupakan program kerja sama dalam bisang pendidikan, budaya, dan bahasa dari universitas di Eropa dengan universitas-universitas di negara Cina, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Indonesia, dan Thailand. Universitas partner di Indonesia ialah UGM dan ITB. Untuk tahun 2013, masih ada sisa 9 kuota untuk Indonesia. Pendaftaran dilakukan paling lambat tanggal 17 Juli 2013. Cek info di di sini. Jumlah penerima beasiswa ini sampai dengan kemarin dari Indonesia ialah 21 orang dengan perincian 13 orang dari UGM dan 4 orang dari ITB. Untuk yang non universitas partner, masing-masing 1 orang dari Unpad, Universitas Jambi, UI, dan IPB. Saya tidak menemukan jumlah kuota untuk semua, sehingga saya tidak dapat membuat bagan untuk penerima beasiswa ini.

4.       GATE
GATE (knowledGe mAnagement and Technology Education programme) ialah program beasiswa untuk mahasiswa dan staf dari Kamboja, Cina, Indonesia, India, Laos, Malaysia, Mongolia, Myanmar, Thailand, dan Myanmar. Info ada di sini. Universitas partner untuk program ini ialah UGM. Tidak disebutkan berapa kuota untuk universitas partner dan non partner, secara umum kuota untuk 2013 dan 2014 ialah sebesar 53 orang penerima. Dari Indonesia sendiri, penerima beasiswa ini berjumlah 9 orang dengan rincian 7 orang dari universitas partner, UGM dan 1 orang dari ITB dan satu orang lagi dari IT Telkom.

5.       EXPERT II
EXPERTS II dan juga III ini merupakan proyek beasiswa dengan target negara-negara Asia Selatan dan Asia Tenggara, yaitu Banglades, Butan, Cina, India, Indonesia, Nepal, Pakistan, Filipina, Sri Lanka, dan Thailand. Beasiswa ini masih dibuka sampai dengan tanggal 30 Agustus 2013. Info ada di sini. Saya tidak menemukan universitas partner untuk program ini. Jumlah penerima beasiswa untuk tahun (sampai kemarin) ialah 5 orang dan semuanya berasal dari IPB.

6.       EXPERT III
Program ini merupakan program lanjutan dari EXPERT II. Penerima beasiswa dari Indonesia berjumlah 9 orang dengan perincian 4 orang dari IPB, 2 orang dari UGM, 1 orang dari ITB, Universitas Tadulako, dan Universitas Jambi.

7.       PANACEA
Tahun 2013 ini merupakan tahun pertama bagi program Erasmus Mundus PANACEA ini. Tema dari program ini ialah man, health, environment, and biodiversity. Program ini ditujukan untuk 14 negara Asia, yaitu  Myanmar, Kamboja, Laos, Vietnam, Mongolia, Indonesia, Thailand, Cina, Sri Lanka, India, Malaysia, Maldives, Filipina, dan Korea Utara. Universitas partner untuk program ini di Indonesia yaitu UGM. Info ada di sini. Pada tahun 2013, total pendaftar berjumlah 2.187 orang dengan perincian 52% pendaftar bersal dari target group I (universitas partner), dan 48% dari targert group II (non universitas partner). Setengah dari pendaftar beasiswa ini melamar untuk level master. Hal yang cukup membanggakan setengah dari pelamar beasiswa ini berasal dari Indonesia (info dari sini). Penerima beasiswa ini untuk level S1 berjumlah 13 orang, master 5 orang, doktoral 1 orang dan staf 4 orang. Untuk level S1, beasiswa ini hanya diperuntukan untuk mahasiswa S1 dari universitas partner.

Berikut pie chart untuk universitas partner : 


     
Pie chart untuk non universitas partner : 
    


8.       ONE MORE STEP
ONE MORE STEP merupakan program EM untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Universitas partner untuk program ini ialah Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Info lebih lanjut ada di sini. Untuk tahun 2013, penerima beasiswa ini berjumlah 3 orang, dengan perincian, 1 orang dari ITB dan 2 orang dari UMM.

9.       MOVER
MOVER merupakan program EM yang bertujuan untuk membantu negara berkembang mengatasi tantangan yang ada. Universitas partner untuk program ini ialah UMM. Info ada di sini. Untuk tahun 2013, penerima beasiswa ini berjumlah 6 orang dan semuanya berasal dari UMM. 
Iya juga sih, kalo dilihat-lihat memang untuk beberapa program cenderung didominasi oleh universitas partner. Ini bukan berarti mengecilkan hati mahasiswa yang berasal dari non universitas partner. Kuota untuk universitas partner memang besar. Namun apabila yakin dan tujuan studi kita sesuai dengan program, maka peluang untuk diterima besar. Jadi, jangan berkecil hati. Jumlah kuota yang diterima dari universitas partner cenderung besar bisa jadi juga karena jumlah pendaftar dari universitas tersebut cukup besar. Misalnya untuk program PANACEA yang baru dibuka tahun ini. Program ini cenderung kurang dikenal dibandingkan dengan Lotus. Bisa jadi hanya mahasiswa dari universitas partner saja yang tahu program ini. Apalagi, untuk aplikasi PANACEA tahun 2013 ini, jumlah pendaftar dari Indonesia mencapai 50% dari keseluruhan jumlah pendaftar.

Jadi, apabila di awal saya merasa sebagian besar penerima EM tahun ini dari UGM, di akhir, saya pikir tidak juga. Kesempatan untuk UGM memang lebih banyak. Namun universitas lain juga banyak yang mampu bersaing di beasiswa ini. Sepertinya saya berfikir UGM hanya lah karena sensitisasi saya saja. Saya lebih sensitif dengan UGM dibandingkan dengan ITB, UI, IPB, UMM, atau universitas-universitas lainnya. 

Kalo ada yang mau tau pengalaman saya melamar beasiswa ini, ada di sini.

-Kiki-

8 komentar:

  1. selamat mas, smoga sukses ya !

    BalasHapus
  2. saya terharu dgn perjuanganmu ki, smangat yaak, hiks.... :D

    BalasHapus
  3. Ki, itu yang manggil mas di komen pertama kok gak kamu koreksi sih? :))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ngga kepikiran. Kadang seru juga sih dikira mas-mas. hehehe....

      Hapus
    2. Maaf sy kira jg mas, tp liat ad ms rain, jd mikir lg
      Oya slmat ya, bisa mnta no emailnya skalian tnya2 ttg erasmnds

      Hapus
    3. Iya, kirim aja ke kie_s15@yahoo.com. Senang kalau bisa membantu :)

      Hapus