Sumber gambar: jpnnSaya lagi jatuh cinta dengan bulutangkis.Semuanya dimulai awal tahun kemarin. Pada waktu jagain adek, entah kenapa tidak ada acara TV yang bagus. Akhirnya nonton lah pertandingan bulutangkis ganda putera Indonesia. Saya bahkan tidak ingat lagi itu kejuaraan apa. Saya juga lupa siapa lawan mereka. Pada waktu itu, saya kaget. Bulutangkis, memang biasanya secepat ini, ya? Sekuat ini? Siapa dua pemain Indonesia ini?...
Picture Karimi Ternyata hampir setahun saya berhenti menulis di sini. Kenapa? Entah. Saya sering sekali bilang ingin konsisten menulis, tapi sering pula terlewat. Sepertinya pos terbanyak di blog ini adalah tulisan untuk konsisten menulis, ya?Bagaimana kabar satu tahun ini? Saya semakin tua? Jelas! Semakin dewasa dan bijaksana? Entah. Rasanya berat sekali bulan Juli Agustus tahun kemarin. Saya kehilangan beberapa kerabat (sepupu, simbah jauh, teman, dan tetangga)...
Picture: Rabo Wunderkind Saya menulis blog untuk beberapa orang yang pernah menjadi guru saya dalam hidup (dan sekolah, tentu saja). Sepertinya, saya absen menghargai mereka yang sudah mengajarkan saya banyak hal.Minggu lalu, sahabat saya, Sari, tiba-tiba menghubungi dan mengajak kerja sama Eureka. Sebenarnya, Sari lah yang pertama kali meyakinkan saya untuk mendirikan Eureka. Sari sendiri punya lembaga konsultan yang sudah mapan selama dua tahun...
Picture @hannes_wolfSaya sungguh berharap hidup punya tombol pause dan auto correct. Seorang teman baru saja curhat tentang masalah pribadinya. Bahkan pada kondisi seperti itu, dia harus tetap kerja, tersenyum, dan melakukan kegiatan sehari-hari. Dia harus menahan kesedihan dan emosinya sampai pulang kerja dan kembali ke kamar. Menyesakkan. Kami berharap ada tombol pause agar kami punya waktu untuk berduka dan bersedih secukupnya. Agar kami tidak tertinggal...
Apakah saya layak mendapatkan kesempatan kedua? Apakah akan ada kesempatan ketiga jika kesempatan kedua pun saya gagal? Bagaimana mendapatkan kesempatan kedua atau ketiga? Semua pertanyaan itu memenuhi otak saya akhir-akhir ini. Saya jadi ingat beberapa bulan lalu, adek saya membawa pulang dua kardus roti pulang hajatan di rumah temannya di Semarang. Adek saya bilang bahwa itu roti dari toko roti paling terkenal di Semarang....