Penggantian Paspor di Kantor Imigrasi Kelas I Bandung

Sebenarnya sih paspor saya sudah habis sejak 2014 akhir kemarin tapi karena satu dua hal, belum lagi diperpanjang. Kenapa ya? Ngga inget. Mungkin karena mikir ngga ada niatan ke luar negeri dalam waktu dekat, jadi paspor diabaikan begitu saja. Tapi dalam semangat memperbaiki hidup, akhirnya saya bertekad pula untuk ngurus perpanjangan paspor. Siapa tahu kan akhir tahun ini saya dapat kesempatan make lagi si paspor. (Aminin aja lah ya.)

Saya sempat nyari-nyari, ngurus paspor di Bandung itu bisa di dua tempat, di Jalan Surapati atau di Jalam Soekarno Hatta. Berhubung Jalan Soekarno Hatta jauh dan saya ngga tahu tempat persisnya, saya ke Jalan Surapati saja. Dulu, sebenarnya, Bulan Februari saya juga udah sempat datang dan niat bikin paspor, tapi karena datang jam 8 dan antriannya sudah nyampe samping gedung, saya mutusin buat balik lagi. Kata ibu-ibu yang ada di antrian depan, mereka udah ngantri sejak jam 5 pagi. Saya milih buat daftar online aja. Ternyata, jadwal yang tersedia untuk daftar online penggantian paspor di Kantor Imigrasi Bandung baru ada untuk satu bulan kemudian. Saya sudah males duluan. Ya udah, mutusin buat datang lagi kapan-kapan aja. Eh, ternyata baru datang lebih dari enam bulan kemudian. 

Bagian depan & tempat pengambilan nomor antrian.

Bagian dalam ruang tunggu.
 
Kemarin, niat saya sih datang jam 5 pagi. Tapi saya kesiangan, jadi saya baru datang jam 6. Di sana udah rame. Tapi juga ngga rame banget. Biar gampang, saya urutin aja ya apa yang perlu dibawa dan dilakukan di bagian imigrasi untuk penggantian paspor 48 halaman karena habis masa berlakunya. 

Dokumen yang harus disiapkan : 
1. Paspor lama asli dan foto kopi pada kertas A4 1 lembar.
2. Kartu Keluarga (KK) asli dan foto kopi pada kertas A4 1 lembar. 
KK harus yang lembar 1 untuk Kepala Keluarga, karena biasanya tertukar dengan KK untuk Pak RT. Jika menggunakan KK selain lembar 1, diwajibkan membawa surat pernyataan dari RT atau keluarahan. 
3. Akta Lahir (atau bisa juga ijazah) asli dan foto kopi pada kertas A4 1 lembar. 
4. KTP asli dan foto kopi pada kertas A4 1 lembar.
5. KTM asli dan foto kopi. Ini hanya berlaku untuk pemohon dengan alamat KTP selain Jawa Barat. Sebelah saya yang orang Bandung dan Cimahi ngga ditanyai KTM soalnya. Saya kurang tahu untuk pekerja gimana, perlu ada surat bukti atau tidak. 
6. Bawa materai 6.000 satu lembar untuk ditempelkan di surat pernyataan. 
7. Mengisi formulir permohonan dan surat pernyataan yang disediakan sewaktu kita mengambil nomor antrian.

Ruang tunggu antrian.

Proses permohonan pengajuan penggantian paspor : 
1. Datanglah jam 6. Pada pengumuman tertulis, bahwa proses permohonan paspor dilayani jam 6. Maksudnya, pada jam 6 ini, dipersilakan mengambil nomor antrian dan mengisi formulir serta surat pernyataan. Ruangan tunggu imigrasi juga sudah dibuka, sehingga pemohon dapat menunggu di dalam ruangan sambil nonton TV. Disediakan juga air mineral dalam kemasan gelas dan permen. 
2. Permohonan paspor dilayani jam 7.30. Nomor antrian baik antrian online maupun tidak dilayani bersamaan. 
3. Setelah nomor antrian dipanggil, tinggal menunjukan dokumen asli. Dokumen fotokopi diserahkan kepada patugas untuk dicek. Petugas memeriksa kelengkapan dokumen. Selanjutnya, dokumen dimasukan dalam map kuning dan diserahkan kembali kepada pemohon. 
4. Sambil menyerahkan map, petugas memberikan nomor antrian untuk menuju ke meja antrian foto. 
5. Sambil menunggu antrian foto, bisa juga merapikan rambut dan make up karena disediakan cermin yang cukup besar di bagian selatan tempat antrian. 
6. Setelah nomor antrian dipanggil, tinggal menuju ke meja foto. Wawancara dilakukan di meja ini, seperti untuk apa bikin paspor, dan sebagainya. Nyante sih, wawancaranya sambil bapaknya ngecek map kuning berisi foto kopi dokumen yang kita bawa. 
7. Difoto dan diberikan tanda bukti pengambilan dan pembayaran yang harus dibayarkan di Bank BNI. Sayangnya pembayarannya harus lewat bank, tidak bisa lewat ATM. 
8. Bayar di Bank sebelum jam 3 sore pada hari yang sama. 

Pengumuman waktu layanan.

Proses dari ngantri sampai selesai foto ini ngga lama kok. Saya datang sekitar jam 6 pagi, enggak nyampe jam 9, proses sudah selesai. Padahal saya dapat nomor antrian 14. Sebaiknya memang datang pagi, lebih cepat dan ngga ngantri lama juga. Bisa juga sih kalau rumah dekat, ambil antrian dulu di depa jam 6, lalu jam 7.30 datang lagi. Untuk pemohon yang sakit, berusia di atas 60 tahun dan di bawah 5 tahun, hamil, menyusui, dan difabel akan didahulukan. 

Nomor antrian dan dokumen permohonan saya.

Biaya penggantian paspor 48 halaman biasa ini sama dengan biaya untuk pembuatan paspor baru, sebesar Rp 355.000. Ditambah dengan biaya administrasi bank Rp 5.000, total yang harus dibayarkan sebesar Rp 360.000. 

Contoh tanda bukti permohonan walk in.

Contoh bukti permohonan online.

Setelah membayar di bank, yang harus dilakukan selanjutnya tinggal datang lagi tiga hari setelahnya. Pemohon diberi waktu sampai dengan 1 bulan untuk mengambil paspornya. Jika lebih dari itu, maka permohonanya dibatalkan dan harus memulai proses dari awal kembali. Pengambilan paspor dilayani jam 13.00 - 15.30. 

Sebelum mengambil paspor, sebaiknya datang sebelum jam 1 agar bisa mengambil nomor antrian. Nomor antrian bisa diambil sebelum jam 1 dengan melakukan scan pada tanda bukti pengambilan paspor yang diberikan oleh petugas di meja foto. Pada waktu itu, saya mengambil nomor antrian jam 11-an dan mendapatkan antrian nomor 5. 
1. Datang dan menuju komputer tempat pengambilan nomor antrian pengambilan paspor yang sudah jadi. 
2. Scan barcode pada lembar pengambilan paspor yang diberikan petugas di bagian foto. 
3. Mengantri dan menunggu nomor kita dipanggil. 
4. Tinggal menunjukan KTP dan paspor baru akan diberikan. Untuk yang diwakilkan, harus ada surat pernyataan. 
5. Untuk penggantian paspor karena habis masa berlakunya, akan diberikan pilihan untuk mengambil paspor yang lama atau tidak. Jika paspor lama diambil, pemohon harus mengisi formulir yang tersedia di meja pengambilan paspor. Isiannya ngga banyak kok. Jadi mending diambil aja. Buat kenang-kenangan. 

Petunjuk pengambilan paspor yang sudah jadi.

Itu aja sih. Prosesnya cepet kok. Pas ngambil saya juga ngga nyampe satu jam. Oh ya, kalo paspor yang lama ada sampulnya, walau pada akhirnya bakalan dibalikin, sebaiknya sampulnya dilepas saja. Soalnya paspor lama bakalan disteples, jadi bikin sampul paspor bolong. Mending sampul paspor lama disimpan aja.

Proses pembuatan paspornya tertib lho. Ruanganya pun bersih, beda banget sama pas saya bikin paspor yang lama 7 tahun lalu. Saya bikinnya di Yogya. Waktu itu masih sepi. Ngga banyak orang yang bikin paspor. Paling ngantri bareng TKI sama calon jamaah haji. Waktu itu datang jam 9-an pun masih bisa dilayani. Ngga perlu datang pagi-pagi buta. Lalu banyak calo pula. Sempat ditawari untuk bikin sama calo juga. Sekarang udah teratur dan ngga ada calo lagi.

Tempat dan fasilitasnya juga bagus lho. TV yang diputer juga bagus dan ngga bosenin. Saya udah cerita ya kalo disediain air minum dan permen. Sayangnya, para pemohon ngga biasa untuk langsung buang sampah usai minum atau makan. Jadi sampahnya ya ditinggal aja di kursi tunggu. Padahal disediakan banyak tempat sampah. 

Semoga membantu. 

p.s. ngomong-ngomong tulisan saya jadi jelek ya? Lama ngga nulis di sini jadi agak kagok. Ngga terlalu informatif juga ya? Ntar ya saya edit deh. Ditulis sambil ngantuk sih gara-gara ngga bisa tidur semalaman. :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar